Lilypie - First Birthday

To The Infinity And Beyond

Minggu, 18 Juni 2017

NHW#5 Kelas Matrikulasi IIP


Assalamu'alaikum,

Di Nice Homework ke-5 ini tugasnya adalah membuat desain pembelajaran. Nah lho.... Kalo untuk saya kok ya baru denger aja udah berat gitu rasanya.... Lalu sok perfeksionis cari (googling maksudnya :x) literatur sana-sini terus kebingungan sendiri. Dipikiran saya itu Kata 'desain' itu bayangangannya adalah sesuatu yang grand, sistematis, harus matang dan kayaknya susah banget. Hehehe. Kebanyakan mikir....

Dan kalo mau ikutin idealisme sih kayaknya NHW ini gak kelar - kelar, maunya juga sambil bikin kurikulum belajar anak, tapi secara general sudah punya kerangka.

Untuk bisa membuat desain pembelajaran untuk anak menurut saya dimulai dari ibu (orangtua) dulu.

Desain pembelajaran untuk saya
Dimulai dari 0, Tata kembali niat belajar untuk menjadi pribadi yang manfaat bagi anak, suami, keluarga, lingkungan. Mengikuti majlis ilmu minimal seminggu sekali, buatkan catatan yang terdokumentasi baik, praktik - praktik - praktik, meminta review dari orang dari orang terdekat, evaluasi dan koreksi. Dilakukan secara kontinu dan Istiqomah.

Desain pembelajaran untuk anak.
Kalo menurut saya hal ini perlu disesuaikan dengan usia anak. Sehingga metode yang diberikan sesuai dan 'tidak memaksa'. Tentu saya prinsipnya adalah mendidik sesuai fitrah anak {IIP banget, :)}.

Yang pertama perlu untuk mengetahui, menggali dan memahami karakter, bakat/potensi anak. Dan Paham kecenderungan/preferensi anak dalam menerima pembelajaran. Sehingga anak dapat maksimal menerima pembelajaran.

Untuk Al fatih 3 tahun, selama pengamatan saya selama ini, lebih cenderung audio visual, Al fatih sebagaimana layaknya anak seusianya sangat pintar meniru apa yang dilihat dan didengar, disamping itu Mas Al ternyata mampu menangkap Segala yang dikatakan lawn bicara walaupun disaat Mas Al sibuk mengerjakan yang lain (Serius main, read). Mas Al juga paling senang dibacakan cerita baik dari buku maupun spontan, lalu bisa mereview kembali apa yang diceritakan tadi.

Untuk kognitif masih perlu untuk diasah lagi, mungkin karena Mas Al bukan Tipe yang betah duduk di kursi belajar lama-lama. Ini PR buat saya sehingga mas Al bisa belajar tanpa beban dan menyenangkan.

Intinya sesuai quote ibu Peny, prinsipnya adalah meninggikan gunung bukan meratakan lembah.

Semoga bisa menerapkan desain pembelajaran yang sesuai dengan masing-masing karakter dan potensi anak.

Nicha

*ditulis dalam rangka memenuhi tugas Nice Homework kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional

Minggu, 11 Juni 2017

NHW#4 Kelas Matrikulasi IIP Batch 4

Assalamu'alaikum,

NHW#4 Mendidik dengan kekuatan Fitrah. Menurut saya NHW kali ini lebih kepada mereview kembali NHW sebelumnya ya, Berikut poin-poinnya:

1. Mari lihat kembali Nice Homework #1, apakah sampai dengan hari ini Anda tetap memilih jurusan ilmu tersebut di Universitas Kehidupan ini? Atau setelah merenung beberapa minggu ini Anda ingin mengubah jurusan ilmu yang akan dikasih?

Sampai dengan kelas terakhir, menurut saya jurusan awal yang saya pilih sebelumnya itu sangat spesifik, setelah mencoba mendalami saya selanjutnya memilih untuk mengganti jurusan Ilmu Manajemen Rumah Tangga sesuai Al Qur'an dan sunah. Jadi tidak hanya mendalami seputar ilmu parenting tapi juga bagaimana ilmu jadi istri sholehah, anak yang berbakti ke orangtua, juga ilmu dalam berinteraksi dengan lingkungan/masyarakat.

2. Mari kita lihat Nice Homework #2, sudahkah kita belajar konsisten untuk mengisi checklist harian kita? Checklist ini sebagai Sarana kita untuk senantiasa terpacu 'memantaskan diri' setiap saat. Latih dengan keras diri Anda, agar lingkungan sekitar menjadi lunak terhadap diri kita.

Alhamdulillah checklist mulai dijalankan, tapi ada aja poin-poin yang kadang terlewat. Dan selalu coba untuk disiplin dan komit terhadap checklist.

3. Baca dan renungkan kembali Nice Homework #3, apakah sudah terbayang apa Kira-kira maksud Allah menciptakan kita di bumi ini? Kalau sudah maka tetapkan bidang yang akan kita kuasai, sehingga pesan hidup Anda makin terlihat.

Yes I did, sebenarnya sudah lama sebelum mengikuti kelas IIP saya merenung akan maksud Allah menghadirkan saya di bumi ini, setelah ikut IIP lebih menguatkan kembali dan jadi ingat terus.

Saya percaya hidup adalah untuk mengabdi, Sebagai bekal kita kembali kepada-Nya kelak dan saya dihadirkan ditengah keluarga ini adalah sebagai ladang amal dan perjuangan bagi saya, karena semua yang saya miliki adalah titipan yang kelak akan dimintai pertanggung jawabannya. Termasuk anak, dan suami.

Misi hidup: menjadi istri yang melayani dan mendampingi suami dengan baik dan menjadi ibu yang Mendidik anak-anak yang sholeh/sholehah, Mandiri, dan berakhlak mulia.
Bidang: Edukasi
Peran: Pendidik dan sharing partner

4. Setelah menemukan 3 hal tersebut, susunlah ilmu-ilmu apa saja yang diperlukan untuk menjalankan misi hidup tersebut.

Bunda Sayang: Ilmu parenting
Bunda Cekatan: Manajemen Rumah Tangga
Bunda Produktif: Manajemen pengembangan diri Ibu Rumah Tangga (Skill, komunikasi, dll)
Bunda Sholehah: Ilmu dalam bermasyarakat, memaksimalkan Peran untuk lingkungan sekitar

5. Tetapkan milestone untuk memandu setiap perjalanan misi hidup.

KM 0 saya adalah usia saya sekarang, 28 tahun, dengan memaksimalkan 5 jam waktu saya untuk mencari ilmu, mempraktekkan, menuliskan bersama suami, anak dan komunitas In sya Allah dalam jangka waktu kurang lebih 4 tahun sudah terlihat hasilnya.
KM0 - KM1 = Menguasai ilmu Bunda Sayang
KM1- KM2 = Menguasai ilmu Bunda Cekatan
KM2 - KM3 =  Menguasai Ilmu Bunda Produktif
KM3 - KM4 = Menguasai ilmu Bunda Shaleha

6. Koreksi kembali checklist Anda di NHW#2, apakah sudah Anda masukan waktu-waktu untuk mempelajari ilmu-ilmu tersebut diatas, Kalau belum segera udah dan cantumkan.

Sebagian sudah mewakili, tapi akan ditambahkan (dirumah) apabila ada yang akan kurang.

7. Lakukan, lakukan, lakukan, lakukan.

Bismillah, in sya Allah. Syemangat.


Nicha


*ditulis dalam rangka memenuhi tugas Nice Homework #4 Kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4


Kamis, 08 Juni 2017

Merantau (Part1)

Bismillah....

Siapa yang sekarang lagi merantau? atau pernah ngerasain serunya merantau? atau lagi planning buat merantau? Kalo saya mah, dulu jaman abege mana ada kepikiran jauh dari orangtua? sebaliknya kayaknya pengennya dikekep mulu aja sama ortu, the most comfort sanctuary bagi saya adalah Mama/Rumah Mama Papa. Tempat paling aman, paling nyaman, gak khawatir kekurangan, semua serba tenang kalo di rumah. Who knows, saya yang sebelumnya gak punya niat buat jauh-jauh dari rumah malah sering melanglang buana. ke.....

1. Malang
Tibalah saat kelulusan SMA dan pengumuman SPMB di koran showed i passed tapi bukan di pilihan pertama.... pilihan alternatif saya adalah di Universitas Brawijaya Malang, pilih universitas itu yang pertama karena saya tahu saat itu kampusnya belum banyak  peminat (dari sekolah saya saat itu dan daerah sekitarnya at least) tapi saya ngerti banget kualitas kampusnya oke banget serta biaya yang murah. Tapi yang bikin akhirnya berani adalah karena kakak saya sudah duluan kuliah disana, jadi saya sudah tau banyak sebelumnya. hehe.

Jangan tanya reaksi Mama saat itu, denial banget pokoknya.... sampe kesel sendiri waktu bilang saya lulus di UB, Mama malah berkali-kali bilang salah kali,,,, salah baca itu.... KZL TT. Mama sampe bilang, gak usah diambil aja, masuk D3 UI aja, atau tes di sekolah tinggi kedinasan macam STAN, dll (padahal juga susah kali tesnya ma, belom tentu lulus....). Pokoknya mah susah meyakinkan Mama buat izinin saya kuliah di Malang, udah ada mbak sendiri lho padahal disana.... kejadian ini yang bikin saya tambah yakin kalo saya ini.... anak favorit Mama (self claimed dan butuh pengakuan). Akhirnya dibantu sama mbak buat ngebujuk Mama baru deh dilepas ke Malang.

Di Malang itu seru, gak terlalu merasa susah karena masih ada mba, kalo ada yang sedih-sedih atau lagi prihatin masih bisa di-share. Pernah pas lagi ngirit kita beli makan pake uang recehan, kalo uang kiriman masih banyak nyuci baju bawa ke laundry, giliran kiriman udah tipis, nyuci-jemur-setrika digilir. Makan di warung steak and shake atau Pizza Hut itu udah mewah banget. Untungnya biaya hidup di Malang itu termasuk murah, pilihan banyak dan enak. Lingkungannya juga kondusif banget buat mahasiswa. 

Perjuangan dimulai saat si Mbak lulus, which is satu tahun setelah saya datang ke Malang. Masih inget sedihnya waktu antar Mama, Papa dan Mbak dan Adek ke Stasiun buat balik ke depok, kayak ditinggal sendirian rasanya....  Saat itu saya bertekad buat cepet lulus, biar bisa cepet kumpul bareng lagi.

Alhamdulillah di Malang dapet sahabat dan uhuk.... calon suami. jadi di Malang tambah seru. Selayaknya mahasiswa kalo lagii bareng pasti nyobain tempat heits lokal. untungnya jaman dulu Malang gak seheits sekarang, bisa bangkrut penasaran cobain tempat kekinian yang sekarang terlalu banyak. Kalo saya mah dulu seringnya ke tempat wisata, Batu, Malang Kabupaten, Pntai Kondang Merak, Pantai Balekambang, Coban-coban, bolak balik Bromo, malah sempet ke Lamongan ke Wisata Bahari Lamongan. Jaman kuliah juga buat ngisi waktu saya ikut les sana-sini, ikut lomba-lomba Mahasiswa, sampe ikut BEM baik di fakultas maupun universitas, dari situ juga ketemu sama pak suami. :)

My gengs mailaf
Sisters from another mother






another pelipur lara, gengs

Saling support, ini teman termasuk yang awal2 kompre pertama seangkatan.


Yang bikin sedih kalo lagi jauh dari rumah tu ketika sakit, karena the most healing hand itu ya Mama, tapi tiap kali sakit atau lagi sedih itu dilema kalo kasih kabar ke Mama pasti belio makin khawatir malah sedihnya double. Makanya punya temen baik temen kampus/kosan yang akrab itu penting banget kalo lagi merantau. 

Mahasiswa rantau biasanya punya perkumpulan sendiri, kalo di UB dulu ada Forsimaja (Forum Silaturrahim Mahasiswa Jakarta) kegiatannya macem-macem tapi yang paling seru adalah kalo ngadain mudik bareng, pernah sewa beberapa bis sampe mudik bareng pake kereta api (ekonomi, hello, Matarmaja.... :*)





Lomba Karya Tulis Ilmiah Mahasiswa - UGM 2008

Perwakilan FE UB, forum mahasiswa ASEAN - UI 2008
Steering Comitee Pengenalan Kehidupan Kampus (Ospek) FE UB 2009 


Bromo3
Bromo1


Bromo4


Bromo5

Temen les LIA Malang, mas2 lucu semua temennya


Alhamdulillah, akhirnya janji bisa ditepati, lulus kuliah pas 3,5 tahun, tapi setelah mau balik ke depok  malah sedih karena udah terlalu attached sama kota Malang. Tapi tetep keluarga nomer satu, so i came back home at last.

Personil Manajemen FE UB 06 batch pertama wisuda


Tapi karena cinta banget sama Malang, jadi sampai sekarang pun kita sering kesana, kalo ada budget liburan pun pasti pertama kali kepikirinnya untuk bisa balik sana lagi, terlalu banyak memori dan teman yang udah kayak keluarga disana bikin separoh hati kita kayak ketinggalan disana... ecieh...

bersambung...


*ubek-ubek foto lama, bikin kangen, old time good time.
*Banyak foto yang hilang
*Bisa bolak - balik Bromo karna jadi asisten Ben yang punya travel ke Bromo jaman Mahasiswa

Nicha
xoxo








Minggu, 04 Juni 2017

NHW#3 Matrikulasi IIP Batch 4


Assalamu'alaikum,
Setelah seminggu dari postingan terakhir, akhirnya posting Nice Homework (NHW) yang ke3, tugas kali ini ada 4 poin:

1. Jatuh cintalah kembali kepada suami Anda, buatlah surat cinta yang menjadikan Anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak Anda. Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Well, sebenarnya ini bukan kali pertama surat-suratan, Awal-awal kenal suami dulu sempat intense banget berkirim surat baik handwritten maupun elektronik (by email), karena dulu saya merasa kurang pandai buat menyampaikan uneg2 secara langsung, bawaannya malah lupa apa aja yang mau diomongin kalo secara tulisan Kan bisa lebih terencana dan dulu suami pun sering balas. Setelah menikah sih udah hampir gak pernah lagi, jadi ini surat cinta pertama setelah menikah...

Mikirinnya udah dari jauh2 hari, tapi eksekusinya setelah suami pulang ke rumah (maklum long distance marriage). Bikin suratnya pas lagi berdua aja dirumah, mas Al lagi di rumah eyangnya. Suami agak heran lihat saya duduk di meja makan bawa agenda dan pulpen agak bengong nyari inspirasi, saya jelasin tugas kali ini disuruh bikin surat cinta ke suami, dia-nya agak ngikik geli. Sambil leyeh2 depan TV sesekali pak suami nengok ke arah saya. Gak terlalu lama sampai suratnya selesai dan dikasih pak suami untuk dibaca, belum dibaca aja kami berdua udah ngikik2, pas baca suami tambah ngikik gemesh, agak bikin salting sih. Setelah baca, suami mengamini isi surat saya, and land me hug and kisses, abis itu mesam mesem berdua deh. Hihi

2. Lihatlah anak-anak Anda, tuliskan potensi diri mereka masing-masing

Muhammad Al Fatih Jaelani, 3 yr 8 mo
Alhamdulillah, diamanahi anak cerdas sama Allah, dari kecil kemampuan bicara (komunikasi) mas Al sudah sangat terlihat, sampai sekarang Alhamdulillah di acara akhir tahun sekolah, Mas Al dapat penghargaan siswa berprestasi dalam bidang bahasa, padahal masih kelas playgroup. Dari dulu Mas Al bisa banget diajak ngobrol tektokan sama orang dewasa, dan kalo ngomong bisa sambil berargumen dan negosiasi gemesh, guru disekolah aja sampe ngaku kalah. Hihi.

Selain itu Mas Al anaknya high curiosity selalu pengen tau dan pengen terlibat kalo lihat orang-orang beraktivitas. Mas Al juga penyayang, sama teman suka kasih hadiah, sama kakak sepupunya suka mengalah, sama binatang peliharaan suka bantu merawat dan senang diajak main, apalagi sama Mama Papa dan Eyangnya super sayang katanya.

3. Lihatlah diri Anda. Silakan cari potensi diri Anda. Kemudian tengok kembali anak Anda, Silakan tengok kehendak Allah, mengapa Anda ditakdirkan dengan tantangan keluarga yang luar biasa seperti ini. Apa misi hidup rahasiaNya sehingga kita diberi ujian tetapi diberi kekuatan potensi yang kita miliki.

Karakter Al Fatih itu perpaduan antara saya dan suami banget. Suami itu dominan dan kemampuan komunikasi di masyarakat itu bagus banget, sedangkan saya lebih introvert, suka ngalah dan lebih sabar. Mungkin kehendak Allah atas kami dalam berkeluarga adalah menjadi penyeimbang, saling mengingatkan atas kelebihan dan kekurangan masing-masing agar sama-sama jadi lebih baik serta dapat membersamai anak sehingga dapat memaksimalkan potensi yang mereka miliki.

4. Lihat lingkungan dimana Anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan Anda? Adakah Anda menangkap maksud Allah. Mengapa keluarga Anda dihadirkan disini?

Alhamdulillah saya tinggal di satu komplek dengan orangtua saya, yang berarti lingkungan ini sudah sangat familiar sedari saya kecil. Karena ini adalah komplek lama sehingga mayoritas kepala keluarganya sudah masuk usia pensiun, kebanyakan karakternya bersahaja dan agamis. Alhamdulillah, lingkungan ideal untuk berumahtangga menurut saya, sesama tetangga saling peduli dan kekeluargaan banget. Masya Allah

Dan karena keluarga kami termasuk keluarga muda, jadi kami sering dituntut untuk terlibat aktif dalam kegiatan Rt/Rw, sebagai penerus katanya. Pak Suami diamanahkan jadi sekretaris RT, aktif juga di organisasi RW sebelum suami ditugaskan dinas diluar kota, tapi Alhamdulillah tetap diusahakan aktif sampai dengan sekarang walau jauh. Bersyukurnya saat suami dinas jadi berasa aman dirumah walau sama mas Al aja, karena berasa dijagain sama tetangga kanan kiri dan depan rumah (karena belakang udah perbatasan kampung).

Tantangan bagi saya untuk bisa lebih aktif dalam kegiatan komplek dan give back to society, terutama bisa aktif kegiatan ibu-ibu PKK nya, karena saya tau banyak manfaatnya tapi karena saya masih aktif kerja kantoran jadi belum bisa maksimal.


Sekian NHW#3 versi saya, semoga bermanfaat khususnya untuk saya dan keluarga. Aamiin

Nicha.

*ditulis dalam rangka pemenuhan tugas NHW#3 kelas Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4

Minggu, 28 Mei 2017

NHW#2 Matrikulasi IIP Batch 4


Indikator Ibu Profesional

Salaam….

Another NiceHomeWork (NHW) Post, pada #NHW2, peserta IIP diminta untuk membuat checklist Indikator Profesionalisme Perempuan, baik sebagai individu, istri dan ibu. Berdasarkan materi yang telah diberikan sebelumnya, kunci dari membuat indicator disingkat menjadi…….

SMART: Spesific (Unik/Detil), Measurable (Terukur), Achievable (Bisa diraih, tidak terlalu susah atau mudah), Realistic (Berhubungan dengan kedihupan sehari-hai), Timebond (Berikan batas waktu)

So, inilah checklist saya,

Peran
Indikator Profesionalisme
Target
Checklist
Individu
Sholat Wajib Tepat Waktu
5x sehari


Sholat Sunnah Rawatib konsisten
Setiap sholat wajib


Sholat Sunnah Dhuha dan Tahajud Konsisten
Minimal sehari masing2 2 rakaat


Tilawah Al Qur’an konsisten
One Day One Juz


Sedekah konsisten
Setiap hari semampunya


Hafalan Al Quran
5 ayat / hari


Membaca Al Ma’surat Pagi Petang konsisten
Setiap hari


Menanyakan kabar Mama Papa setiap hari
Setiap hari


Ngobrol dengan Mama Papa
Setiap hari


Membaca buku berkualitas
1 Minggu 1 buku


Upgrade Skill Memasak
Tiap weekend


Melancarkan dan berani menyetir mobil sendiri
Tahun ini sudah bisa on the track


Meningkatkan kualitas pekerjaan kantor
Setiap hari


Merespon pelanggan rental sesegera mungkin
Setiap hari


Mengembangkan dan maintain usaha rental (biar bisa segera stop kerja kantoran)
Tambahan 2 unit tiap bulan


Ajak Mama Papa jalan-jalan
Sebulan sekali


Rutin Olahraga
2 minggu sekali


Berkebun
2 minggu  sekali


Kajian
Seminggu sekali


Rutin Telpon Mertua
Seminggu 3x


Perbanyak Silaturrahim
Sebulan sekali





Istri
Saling Mengingatkan Sholat wajib/sunah dan sedekah
Setiap hari


Diskusi tentang perkembangan anak
Setiap hari


Memberi semangat suami dalam menjalankan tugas sebagai kepala keluarga
Setiap hari


Komunikasi lebih terbuka
Setiap hari


Tampil lebih cantik dan menyenangkan
Setiap hari


Aktif acara kantor suami
Depend on occasion


Lebih sabar dan meminta maaf duluan
Setiap hari





Ibu
Telpon 2x sehari saat weekdays
2x sehari


Mengajarkan dan mengulang hafalan surat pendek dan do’a
Seminggu 3 surat pendek dan do’a


Mengajak olahraga
Setiap weekend


Mom and Son quality date
Sebulan 2x


Mengajarkan keterampilan
Setiap weekend


Membacakan buku
Setiap malam (kalo pulang kantor belum tidur)


No handphone saat bersama anak
Setiap hari


Mengajak ikut kajian
Sebulan sekali


Mengelola emosi saat anak rewel
Setiap hari


Mengajarkan etika, tata krama dan sopan santun
Setiap hari


Aktif dalam kegiatan sekolah anak
Depend on accasion


Membacakan Shalawat saat anak tidur
Setiap malam


Say ‘’Barakallah” dan Allah sayang Mas Fatih
Setiap hari


Menyediakan makanan bergizi dan sesuai selera anak
Setiap weekend


Membimbing bermain dan belajar
Setiap hari


Setel murotal
Setiap hari


Perbanyak kegiatan outdoor dan sosialisasi anak dengan lingkungan
Setiap weekend


Itu dia indikator versi saya....

Semoga dimudahkan menjalaninya, konsiten dan manfaat bagi diri sendiri dan orang disekitar. Bismillah…..

Nicha



*Ditulis dalam rangka memenuhi tugas NHW Matrikulasi Institut Ibu Profesional Batch 4